Judul: Serdadu Kumbang
Genre: Drama
Penulis: Jeremias Nyangoen
Sutradara: Ari Sihasale
Pemain: Yudi Miftahudin, Aji Santosa, Fachri Azhari, Monica
Sayangbati, Titi Sjuman, RIrin Ekawati, Lukman Sardi, Asrul Sahlan,
Leroy Osmani, Dorman Borisman, Surya Saputra, Gerry Puraatmadja, Putu
Wijaya, Fanny Fadillah
Music Director: Aksan Sjuman
Produksi: Alenia Pictures
Durasi: 105 menit
Serdadu Kumbang adalah sebuah film Indonesia yang dirilis pada tahun
2011. Film ini disutradarai oleh Ari Sihasale yang pernah juga
menyutradari film Tanah Air Beta dan juga Senandung di Atas Awan di
tahun tahun sebelumnya. Film ini mempunyai latar belakang cerita yang
ditempatkan di sebuah desa, Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten
Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Cerita ini menceritakan tentang
kehidupan tiga anak laki laki yang bernama Amek, Umbe dan Acan. Namun,
film ini lebih memfokuskan kisah kehidupan dari Amek, bocah yang dulunya
mempnyai bibir sumbing.
Tokoh utama dalam film ini adalah Amek yang diperankan oleh Yudi
Miftahudin. Amek adalah anak laki laki yang terlahir dengan bibir
sumbing yang mempunyai cita cita sebagai penyiar tv. Amek tinggal
bersama ibunya yang bernama Siti yang diperankan Titi Sjuman dan
kakaknya Minun yang diperankan oleh Monica Sayangbati. Amek juga
mempunyai Ayah yang bernama Zakaria yan diperankan Asrul Dahlan. Ayahnya
telah meninggalkan keluarganya berberapa tahun yang lalu untuk menjadi
TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Malaysi. Amek sangat rindu dengan
ayannya yang sedang bekerja di luar negeri. Ayahnya jarang sekali
memberi uang sehingga ibu Amek butuh berjualan makanan untuk membiayai
kebutuhan sehari-hariannya. Saking kangennya Amek, dia juga pernah
menukarkan kambingnya dengan handphone karena ingin sekali menelpon
Ayahnya.
Walaupun kondisi kehidupan Amek yang sangat sederhana, Amek adalah
anak yang ceria. Dia senang menjahili orang dan sangat malas belajar.
Tahun sebelumnya, Amek pernah tidak lulus Ujian Nasional. Dia lebih
senang nonton berita di tv. Amek juga sering dihukum di sekolah karena
kelakuannya yang jahil. Bukan hanya Amek yang sering menjahili orang,
teman temannya pun juga, Umbe dan Acan. Mereka bertiga sering dihukum
oleh guru mereka, Pak Alim yang diperankan oleh Lukman Sardi. Pak Alim
adalah salah satu guru yang mengajar di sekolah Amek dengan watak yang
keras, menurutnya, kedisplinan adalah saat anak dihukum setelah berbuat
kesalahan. Namun, menurut Imbok, kekerasan bukanlah jalan keluar untuk
mendisplinkan anak anak yang telah berbuat salah.
Di desa tersebut, ada sebuah pohon tua dan besar. Pohon itu diberi
nama pohon cita cita, “Pohon Cita CIta” ini dinamakan karena anak anak
di desa Mantar biasanya menuliskan cita-citanya yang sederhana disebuah
kertas dan dimasukkan ke dalam botol yang kemudian, digantung di
ranting ranting pohon tersebut. Semua menuliskan citacitanya kecuali
Amek karena takut di tertawakan orang. Walaupun Amek tidak punya
prestasi yang tinggi disekolah, namun, dia mempunyai kelebihan yang lain
yaitu naik kuda. Dia mempunyai kuda yang bernama Smodeng. Amek memang
anak yang jahil tetapi dia juga baik. Ia pernah menolong seseorang yang
bernama Ketut yang diperankan oleh Surya Saputra saat motornya mogok.
Sebagai balasan, Ketut mengajak muris muris di sekolah Amek untuk
mengunjungi sebuah sekolah di kota.
Suatu hari, ayah Amek pulang dari Malaysia. Tetapi siapa sangka, ayah
Amek bukanlah orang yang jujur. Dia mencoba menjual jam tangan palsu
dengan harga yang sangat tinggi. Saat orang tersebut meminta Zakaria
untuk mengembalikan uangnya, ayah Amek bingung karena dia sudah memakai
uangnya sudah dipakai untuk membayar hutang hutangnya. Terpaksa, kuda
Amek harus dibawa untuk jaminan. Amek sangat sedih tetapi Minun berjanji
kepada Amek kalau dia lulus ujian, Smodeng akan pulang. Ia mengunakan
uang tabungannya yang harusnya dipakai untuk melanjutkan sekolahnya
untuk menebus Smodeng. Amek kembali senang. Namun, kesenangan menurun
karena unjian nasional sudah dekat. Setelah ujian nya selesai,
murid-muridnya mendapatkan nilainya. Anak-anak di angkatan Amek
meningkar hasilnya. Dia lulus ujian nasional tersebut. Tetapi, Minun
gagal. Anak anak di kelas 3 SMP tidak ada yang berhasil. Minun sangat
terpukul. Lalu, dia pergi kepohon cita cita untuk mengambil kembali
kertas yang sudah dituliskan cita citanya tersebut. Tak disangka dia
jatuh dari pohon dan meninggal dunia. Amek sangat sedih sampau dia jatuh
sakit. Lalu, beberapa bulan kemudian, Ketut balik ke desa tersebut
untuk memberi tahu Amek bahwa bibirnya akan segera di operasi.
Menurut saya, banyak aktor dan aktris yang bermain di film ini
mempunyai bakat akting yang sangat terbatas dikarenakan mereka tidak
mempunyai pengalaman yang banyak di bidang tersebut. Tetapi untuk aktor
cilik yang tidak mempunyai banyak pengalaman, perannya cukup bagus.
Akhir dari film ini tidak menarik dan tidak terlalu masuk akal, saat
Minun meninggal. Film ini mempunyai durasi yang sangat panjang. Film ini
juga menggambarkan persahabatan. Persahabatan adlah bagian yang sangat
penting di film ini. Selain keluarga teman temannyalah yang selalu ada
di dekat Amek, dan yang selalu menolong Amek. Contohnya saat Amek
dimarahi gurunya, temen temannya pun menyalahkan mereka sendiri dan ikut
dihukum. Secara kesuluruhan, film ini mempunyai pesan yang sangat
jelas yaitu untuk menggantungkan cita citamu setinggi langit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar