Entah sudah berapa bunga mawar
kau hisap demi untuk melupakan kesetiaan
bahkan seonggok egois tertawar dalam katakata
hanya untuk melukai
sementara hatimu menangis di peraduan sepi
mencumbui bayangan
gelinjang malam serasa siksa
bait puisi robek oleh gerhana
menyesali kebodohan
yang kau tengteng dalam dada busung
batin terpasung oleh gejolak yang tak pernah sirna
tiada nyali
pada bentang rindu
hanya gerutu kumbang jalang
mengepak sayap patahnya
saat meloncati bunga demi bunga
dan madu itu telah menjadi racun
siap mematikan detak jantung
mengubur hidup hidup
dalam siasat bunga bangkai
apik bro :D
BalasHapus